obat sakit mata untuk bayi yang Aman

 

GadgetLIVE.co.id – Sakit mata pada anak-anak, terlebih balita, bisa menjadi sangat mengkhawatirkan bagi orang dewasa. Anak-anak belum dapat mengungkapkan  apa yang dialaminya secara spesifik. Orang tua yang melihat sekilas mungkin menganggapnya biasa, tetapi belum tentu demikian.

Seperti kisah yang dituturkan oleh seorang ibu. Ia mendapati anaknya menderita sakit mata. Gejalanya seperti sakit mata biasa, yaitu mata menjadi merah, gatal, nyeri, dan mengeluarkan kotoran.

Sang ibu berpikir bahwa itu sakit mata biasa. Ia lantas membuatkan air rebusan daun sirih untuk membasuh mata anaknya yang sedang sakit tersebut. Ia berpikir bahwa sakit yang diderita anaknya akan sembuh dalam semalam, seperti yang sudah-sudah.

Keesekoan harinya, mata sang anak tetap berwarna merah. Bahkan, sang anak merasa gatal, nyeri, hingga sakit kepala. Ibu tersebut kemudian embawa anaknya ke rumah sakit. Sayangnya, sedang tidak ada dokter spesialis mata saat tu sehingag harus ke dokter umum.

Sang dokter umum mengatakan bahwa anak tersebut sakit mata karena virus. Ia lantas memberikan obat tetes mata bernama Inmatrol dan obat antibiotik. Namun, reaksi sang anak ketika diteteskan obat tersebut sangat tidak terduga. Sang anak merasa perih yang luar biasa sampai menggulung diri dan memegang mata untuk menahan sakit.

Di sisi lain, mata sang anak berangsur bening setelah memakain obat tersebut. Sang ibu pun tetap menggunakan obat tetes mata tersebut hingga tiga hari. Selama itu pula, kondisi mata anaknya tidak membaik. Bahkan, kini sudah diikuti dnegan rasa pusing.

bayi-sakit-pilek

Ibu tersebut kemudian membawa sang anak ke rumah skait lain yang ada dokter spesialis mata. Setelah memeriksa, dokter menyatakan bahwa sang anak mengalami sakit mata vernalis yang mengenai kelenjar mata. Sakit mata ini dipicu oleh angin, matahari, dan debu.

Ketika ditunjukkan obat pertama dari rumah sakit sebelumnya, sang dokter mengatakan bahwa Inmatrol adalah obat keras. Smeua obat mata yang berakhiran –trol adalah obat keras dan sebaiknya tidak digunakan untuk anak-anak. Dokter kemudian memberikan obat tetes mata baru yang harus diberikan beda 15 menit unti setiap mata. Dokter pun meminta sang ibu membawa anaknya kontrol seminggu lagi.

Baca Juga : Tradisi baru apple di mulai dari iphone 7

Pada saat kontrol, dokter menyatakan bahwa mata sang anak sudah membaik, tetapi kelenjarnya belum. Sang dokter masih memberikan obat yang sama dan meminta untuk kontrol di minggu berikutnya. Kedua obat tersebut adalah Tobroson dan Vernacel.

Ketika waktu kontrol semakin dekat, sang ibu mulai ragu. Ia kemudian mencoba mencari alternatif lain dengan membawa anaknya ke dokter mata yang lain. Dokter mata kedua ini kaget ketika mengetahui sang anak memakai obat mata Tobroson selama dua minggu berturut-turut. Pasalnya, obat tersebut mengandung sterodi yang dapat membuat mata menjadi krompong.

 

Dokter kedua membenarkan bahwa anak si ibu menderita sakit mata vernalis. Namun, sakit mata ini memang biasa diderita anak laki-laki dan akan sembuh sendiri saat si anak berusia 18 tahun. Dokter kemudian memberikan dua obat tetes mata baru, yaitu Patanol dan Vasacon-A. Obat ini ternyata lebih ampuh dalam mengatasi maalah mata pada si anak.

Dari cerita di atas, kita bisa mengambil banyak pelajaran. Ketika anak mengalami sakit mata, sebaiknya jangan terlalu panik. Tidak masalah mencoba cara alami terlebih dahulu. Apabila anak tetap sakut mata, barulah ke dokter spesialis mata yang memang sudah mumpuni agar tidak terjadi kesalahan diagnosa ataupun pemberian obat.

LEAVE A REPLY