apjii-siapkan-aplikasi-internet-browser-lokal-pesaing-chome-02GadgetLIVE.co.id – Kegiatan pencarian informasi melalui internet tidak lepas dari nama-nama browser asing. Sebut saja Chrome, Internet Explorer, Firefox, Operas Minia, Safari, UC Browser, dan masih banyak lagi. Browser-browser asing tersebut sangat mendominasi di pasar pengguna Indonesia karena dianggap lebih baik. Browser lokal seakan tidak ada nilainya sama sekali.

Namun, Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII) akan menghentikan pandangan salah kaprah tersebut. Mereka sedang menyiapkan sebuah browser lokal yang akan menjadi penantang bagi browser asing sekelas Chrome.

APJII telah melakukan Survei Internet pada tahun 2016 ini. Hasil survei terlihat bahwa browser yang paling banyak diminati di Indonesia adalah Chrome. Browsr hasil karya tangan dingin Google tersebut menduduki peringkat pertama dengan persentasi mencapai 66,6 persen.

Posisi kedua menghasilkan nama Firefox. Persentasenya cukup jauh dari Chrome, yaitu 22 persen. Posisi ketiga ditempati oleh Internet Explorer dengan persentasi 7,2 persen yang cukup jauh dari Firefox di posisi kedua. Posisi keempat ditempati oleh browser Safari dengan persentase 2,6 persen.

Baca Juga : Generasi 5G yang di nanti dan di damba

Di posisi kelima, ada Opera Mini yang memeroleh persentasi 0,4 persen. Posisi keenam sekaligus posisi terakhir dipegang oleh UC Browser dengan persentase 0,3 persen.

Data tersebut menguatkan pandangan bahwa browser asing masih sangat mendominasi. Pengguna Internet Indonesia terbuai dengan nama-nama asing yang selalu dipandang lebih baik. oleh karena itu, APJII merasa perlu, bahkan harus, melakukan tindakan. APJII kemudian menyiapkan sebuah browser lokal.apjii-siapkan-aplikasi-internet-browser-lokal-pesaing-chome-01

Dalam hal ini, APJII ingin mengurangi angka browser asing yang semakin menguasai pengguna Indonesia. Mereka memiliki impian bahwa pengguna Indonesia akan menggunakan browser lokal. Mereka kemudian berinisiatif untuk menyiapkan browser baru yang dibuat langsung oleh anak negeri.

Hingga saat ini, browser lokal tersebut sedang dalam masa pengembangan oleh pembuat. Pembuatannya dilakukan sendiri oleh developer yang telah masuk dalam Liga Digital Indonesia. Mereka adalah anak negeri yang ahli dam berbakat dalam hal teknologi.

Rencananya, browser ini akan selesai tahun depan. Setelah siap dan lulus uji coba, browser akan segera dirilis dan siap digunakan oleh pengguna di Indonesia. Browser lokal ini diharapkan mampu mengalahkan browser-browser asing, bahkan berhasil duduk di posisi pertama pengguna di Indonesia.

LEAVE A REPLY