citra-satelit-02

GadgetLIVE.co.id – Kemiskinan adalah suatu kondisi yang dialami oleh sebagian besar masyarakat di berbagai wilayah. Pemetaan kemiskinan pun menjadi hal yang lumrah. Namun, pemetaan kesulitan tidak dapat berjalan semulus harapan, terutama untuk wilayah di Benua Afrika.

Melakukan survei dengan masuk dari pintu ke pintu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Belum lagi dengan kesulitan menemukan orang yang memang hidup dalam kemiskinan. Itulah yang mengilhami para ilmuwan untuk beralih melakukan pemetaan menggunakan citra satelit.

Para peneliti dari Stanford University memilih memakai pembelajaran terkait mesin. Pembelajaran tersebut berfokus pada ilmu pengetahuan tentang rancangan algoritma komputer yang berasal dari data valid. Data tersebut digunakan untuk mencari keterangan terkait kemiskinan yang dialami masyarakat. Data didapat dari citra satelit yang menggunakan resolusi tinggi.

citra-satelit-03

Pendekatan tersebut ternyata efektif untuk memberikan data yang cukup akurat. Citra satelit memberikan data mengenai daerah-daerah miskin di beberapa negara di Afrika. Dalam hal ini adalah Tanzania, Uganda, Malawi, Nigeria, dan Rwanda.

Metode tersebut hanya membutuhkan data yang disediakan untuk publik. Namun, data tersebut dapat dimanfaatkan untuk melacak kemiskinan yang terjadi di negara berkembang.

citra-satelit-01

Hal tersebut terkait dengan data yang didapatkan oleh Bank Dunia. Dari data tersebut, diketahui bahwa rentang tahun 2000—2010, terdapat 39 dari 59 negara di Afrika yang melakukan survei kurang dari dua kali. Survei yang hanya sedikit tersebut digunakan sebagai rujukan dalam membuat kebijakan penanganan kemiskinan skala nasional.

Sayangnya, survei tersebut belum dapat menjangkau semua. Biaya survei mahal dengan intensitas yang tidak sering tidak dapat selalu menjangkau seluruh wilayah di negara tersebut. Terkadang ada pula kendala untuk masuk ke suatu wilayah karena keadaan, misalnya karena adanya konflik bersenjata.

Para ilmuwan pun beralih pada pemanfaatan teknologi untuk mendapatkan data satelit. Studi tersebut mendapatkan data satelit yang dapat menangkap cahaya meskipun pada malam hari. Data tersebut dapat digunakan untuk mempekirakan angka kekayaan di suatu daerah.

citra-satelit-04

Meskipun demikian, data cahaya yang diambil pada malam hari masih dianggap kurang efektif. Data tesebut belum dapat membedakan secara tepat wilayah-wilayah mana yang berada pada posisi bawah dalam hal besaran penghasilan. Wilayah dengan penghasian rendah akan mendapat citra satelit terlihat gelap secara bersamaan.

Akhirnya, para ilmuwan beralih ke citra satelit siang hari untuk mendapat data yang lebih valid dan efektif. Data satelit siang hari dapat memberikan relosusi yang lebih tinggi. Selain itu, data siang hari dapat menangkap pola umum, seperti jalan aspal dan atap-atap logam. Hal ini dapat membantu untuk membedakan mana wilayah kaya, miskin, ataupun sangat miskin.

Para peneliti pun mencoba mengembangkan algoritma untuk pembelajaran canggih. Tujuannya untuk mengategorikan pola yang terlihat. Hasilnya terlihat bahwa metode tersebut dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik dalam memperkirakan sebaran kemiskinan di suatu wilayah.

citra-satelit-05

Model cahaya siang hari dapat memberikan data yang 81% lebih akurat daripada model cahaya siang hari. Model ini dapat memberikan perkiraan kemiskinan di bawah garis kemiskinan dalam skala yang lebih baik. Selain itu, model ini dapat 99% lebih akurat dalam memetakan daerah yang dua kalo berada di bawah garis kemiskinan.

Para peneliti menunjukkan bahwa mereka dapat memberikan data dengan metode yang lebih akurat. Selain itu, metode ini tidak membutuhkan banyak biaya. Metode ini pun lebih terukur dalam hal biaya konsumsi dan kekayaan aset karena berasal dari citra satelit dengan resolusi tinggi.

LEAVE A REPLY